Menyusui Sambil Tiduran: Bermanfaat atau Berbahaya?

Ketika lelah atau mengantuk, menyusui sambil tiduran menjadi posisi andalan yang paling nyaman. Namun, ternyata ada bahaya yang harus diwaspadai, Bunda. Untuk mengantisipasinya, pahami dulu manfaat, potensi bahaya, dan cara aman menyusui sambil tiduran.

Masa-masa menyusui memiliki makna yang berharga bagi para ibu. Selain demi asupan nutrisi yang penting bagi perkembangan fisik dan otak, pemberian ASI juga berkontribusi dalam menjalin ikatan kuat di antara ibu dan anak. Karena itulah, pada kondisi ideal, ada baiknya Bunda selalu berupaya memberikan ASI, sekalipun merasa lelah secara fisik maupun mental.

Nah, mengingat tugas besar sebagai seorang ibu yang cukup menguras tenaga, wajar saja jika lantas posisi tiduran menjadi favorit Bunda ketika menyusui. Dengan menyusui sambil tiduran, setidaknya Bunda akan memperoleh lima manfaat, antara lain: (1) menjadi lebih santai; (2) mengistirahatkan tubuh; (3) anak bisa langsung terlelap di tempat tidur; (4) ASI lebih lancar; dan (5) menikmati waktu tenang bersama bayi.

Tapi, apakah boleh dan baik-baik saja?

Jawabannya, tergantung kondisi. Karena, perlu Bunda ketahui, ternyata menyusui sambil tiduran tidak seaman itu. Meski selama ini tampak tidak ada masalah, ada potensi bahaya yang dapat terjadi apabila Bunda tidak hati-hati. Berikut ini beberapa bahaya yang dapat terjadi jika Bunda menyusui sambil tiduran:

  • Bayi berpotensi jatuh dari kasur

Dalam posisi nyaman, Bunda akan merasa lebih rileks dan berisiko menjadi lalai terhadap keamanan bayi. Terlebih, jika Bunda tengah mengantuk dan mulai tertidur, Bunda dapat kehilangan insting kewaspadaan, atau bahkan mendorong bayi secara tidak sadar, hingga bayi terjatuh dari atas kasur.

  • Bayi dapat tertindih tubuh Bunda

Berkaitan dengan poin pertama, dalam posisi berbaring, Bunda dapat tertidur tanpa rencana. Apabila Bunda termasuk orang yang tidak banyak bergerak ketika tidur, maka lebih aman. Namun, bagaimana jika Bunda sering bergerak dan tidak sadar menindih bayi? Wah, bisa gawat, bukan?

  • ASI masuk ke saluran telinga

Ketika menyusui, sering kali ASI tercecer, sehingga berpeluang masuk ke saluran telinga apabila dalam posisi miring. ASI yang masuk dapat menumpuk dan berisiko menyebabkan infeksi saluran telinga.

  • Hidung bayi tertutup

Apabila Bunda tengah mengantuk, bisa jadi tidak memperhatikan posisi tubuh, sehingga hidung bayi berpotensi tertutup payudara atau tertahan tubuh Bunda. Kondisi ini berbahaya karena mengakibatkan bayi sulit bernafas dan sulit bergerak.

  • Mastitis

Meski ASI terasa lancar, namun dalam posisi tiduran miring, ada kalanya payudara tidak benar-benar kosong usai menyusui, sehingga berisiko terjadi mastitis dan sumbatan duktus payudara.

Namun, tidak perlu khawatir, Bunda. Meski berpotensi bahaya, dalam kondisi sangat lelah, Bunda tetap diperbolehkan menyusui sambil tiduran, selama tetap mawas diri dan meminimalisir risiko yang bisa terjadi. Berikut ini dua posisi menyusui sambil tiduran yang dapat Bunda pilih:

  • Berbaring telentang, dengan tumpukan bantal menopang punggung, sehingga posisi kepala menjadi lebih tinggi, lalu posisikan bayi di atas tubuh Bunda.
  • Berbaring miring, dengan posisi yang sejajar dengan bayi. Topang kepala bayi menggunakan lengan apabila belum cukup besar untuk mencapai payudara.

Dalam dua posisi diatas, inilah poin-poin yang wajib Bunda perhatikan ketika menyusui sambil tiduran:

  • Gunakan kasur yang rendah.
  • Lapisi lantai di bawah kasur dengan matras yang empuk.
  • Pastikan hidung bayi tidak akan tertutup apapun, meski Bunda tertidur.
  • Segera bersihkan ASI yang tercecer di pipi bayi sebelum memasuki saluran telinga.
  • Letakkan bantal atau guling di belakang punggung bayi sebagai penjagaan.
  • Segera lepaskan puting ketika bayi tertidur dan menghentikan isapan.
  • Gunakan bantal atau guling di antara lutut Bunda untuk kenyamanan ekstra.
  • Berpikir positif dan tetap mawas diri untuk menjaga bayi.

Happy breastfeeding, Bunda!

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Bebe Roosie tersedia di: